Selama ini kita mengenal suara hanya sebagai media komunikasi atau hiburan. Namun, dalam dunia farmasi, gelombang suara ternyata bisa digunakan untuk membantu pembuatan obat. Bidang ini dikenal dengan nama sonikasi.
Sonikasi adalah penggunaan gelombang ultrasonik (frekuensi tinggi yang tidak terdengar oleh telinga manusia) untuk memecah partikel, mencampur bahan, hingga meningkatkan kelarutan senyawa obat. Teknologi ini banyak digunakan dalam riset farmasi modern karena mampu membuat partikel obat menjadi lebih halus dan homogen.
Kenapa ini penting? Karena ukuran partikel sangat memengaruhi seberapa cepat obat diserap tubuh. Partikel yang lebih kecil cenderung larut lebih baik, sehingga efek obat bisa lebih cepat dirasakan pasien.
Selain itu, gelombang suara juga dipakai dalam pembuatan nanopartikel obat. Dengan cara ini, zat aktif bisa โdikemasโ dalam ukuran super kecil, lalu diarahkan tepat ke sel atau jaringan yang membutuhkan. Hasilnya? Obat bisa bekerja lebih spesifik dengan efek samping yang lebih minimal.
Menariknya, ada penelitian yang menunjukkan bahwa suara bahkan bisa digunakan untuk menghantarkan obat di dalam tubuh. Dengan bantuan gelombang ultrasonik, kapsul mikroskopis berisi obat bisa โdibukaโ tepat di lokasi target, misalnya di area tumor. Hal ini membuat terapi lebih efektif sekaligus lebih aman.
Fakta unik ini mengingatkan kita bahwa farmasi bukan hanya soal kimia dan biologi, tapi juga bisa berkolaborasi dengan fisika dan teknologi canggih. Siapa sangka, suara yang tidak terlihat bisa menjadi kunci masa depan terapi medis! ๐
๐ Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
๐ Official Account: @ummadacirebon
๐ Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
๐ Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
๐ Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
๐ Website Resmi: ummada.ac.id
๐ฅ YouTube: @ummadacirebon
๐ฉ E-Mail: [email protected] / [email protected]





