Tidak semua obat aman digunakan pada kehamilan. Ada obat yang bisa menembus plasenta dan memengaruhi janin, menyebabkan kelainan bawaan atau gangguan tumbuh kembang.
Misalnya, obat isotretinoin (untuk jerawat parah) dapat menyebabkan cacat lahir bila dikonsumsi ibu hamil. Beberapa antibiotik juga harus dihindari karena bisa memengaruhi perkembangan tulang dan gigi janin. Oleh karena itu, setiap obat diberi kategori keamanan kehamilan (A, B, C, D, X) untuk panduan tenaga kesehatan.
Di sinilah peran farmasis dan dokter sangat penting, memastikan obat yang diberikan benar-benar aman sesuai kondisi pasien. Itulah mengapa ibu hamil tidak boleh sembarangan membeli obat tanpa resep atau konsultasi. Karena satu tablet kecil bisa berdampak besar bagi kehidupan yang sedang bertumbuh di dalam rahim.
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected] / [email protected]




