Farmasi dan Mikroplastik: Polusi Tak Terlihat dalam Dunia Kesehatan

polusi

Tahukah kamu bahwa dunia farmasi juga berkontribusi terhadap munculnya mikroplastik di lingkungan? Mikroplastik—partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm—bukan hanya berasal dari limbah industri, tetapi juga dari bahan tambahan (eksipien) dalam formulasi obat dan kosmetik.
Beberapa bentuk polimer sintetis seperti polietilen dan polipropilen digunakan untuk membuat kapsul atau mikrosfer yang berfungsi sebagai pembawa zat aktif. Namun, sisa dari bahan ini bisa berakhir di alam dan sulit terurai.
Menariknya, para peneliti farmasi kini sedang mengembangkan biopolimer alami seperti kitosan dan selulosa yang ramah lingkungan. Upaya ini menjadi bagian dari konsep ekofarmasi, yaitu praktik farmasi yang memperhatikan keseimbangan antara kesehatan manusia dan bumi.
Kesehatan sejati tak hanya tentang tubuh manusia, tetapi juga tentang bumi yang menjadi tempat hidupnya. 🌿

📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected] / [email protected]