Teknologi 3D printing kini telah memasuki dunia farmasi! ๐จ๏ธ๐
Para ilmuwan berhasil mencetak tablet dengan dosis yang disesuaikan secara presisi sesuai kebutuhan pasien. Dengan printer khusus, zat aktif dapat diatur jumlahnya dengan akurat โ bahkan bisa dibuat dalam bentuk yang lebih mudah ditelan anak-anak atau lansia.
Salah satu terobosan besar adalah Spritam, obat pertama di dunia yang disetujui FDA menggunakan teknologi cetak 3D. Obat ini larut sangat cepat di air, membantu pasien epilepsi menelan obat tanpa kesulitan.
Ke depannya, apotek masa depan bisa memiliki printer 3D untuk mencetak obat personalisasi, menyesuaikan dosis, warna, hingga bentuk sesuai pasien. Ini revolusi besar dalam pelayanan farmasi! ๐
๐ Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
๐ Official Account: @ummadacirebon
๐ Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
๐ Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
๐ Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
๐ Website Resmi: ummada.ac.id
๐ฅ YouTube: @ummadacirebon
๐ฉ E-Mail: [email protected] / [email protected]





