Banyak yang mengira farmasis hanya bekerja di apotek, padahal mereka juga ilmuwan di balik penemuan obat baru! Dalam laboratorium penelitian, farmasis berperan mengidentifikasi molekul potensial, menguji aktivitas biologis, hingga merancang formula yang stabil dan aman.
Proses penemuan obat bisa memakan waktu 10–15 tahun dengan biaya miliaran dolar. Dari ribuan senyawa yang diuji, hanya segelintir yang lolos menjadi obat yang bisa dikonsumsi manusia. Tahapan ini mencakup discovery, pre-clinical test, clinical trial, hingga approval dari badan pengawas seperti BPOM atau FDA.
Tanpa keahlian farmasis dalam kimia, bioteknologi, dan formulasi, mustahil obat modern bisa mencapai pasien dengan aman dan efektif. Maka, profesi farmasis bukan hanya tentang pelayanan, tapi juga tentang inovasi penyelamat kehidupan.
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected] / [email protected]





