Sulit dibayangkan, tetapi sebelum tahun 1950-an, jarum suntik digunakan berulang kali! Mereka direbus untuk disterilkan sebelum dipakai lagi. Baru pada era 1950, seorang apoteker asal Australia bernama Colin Murdoch menciptakan jarum suntik sekali pakai (disposable syringe) yang kini menjadi standar di seluruh dunia.
Penemuan ini menjadi revolusi besar dalam bidang farmasi dan kesehatan masyarakat karena mencegah penularan penyakit akibat penggunaan jarum yang tidak steril. Ide sederhana ini menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun.
Kini, inovasi terus berkembang: dari jarum mikro yang hampir tanpa rasa sakit, hingga alat suntik otomatis yang digunakan dalam vaksinasi massal. Semua berawal dari satu ide farmasis yang peduli akan keamanan pasien.
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected] / [email protected]





