Corticosteroid sering disebut sebagai obat “dewa” karena kemampuannya meredakan peradangan dengan cepat. Digunakan pada asma, alergi, penyakit autoimun, hingga gangguan kulit, obat ini menjadi andalan dalam terapi inflamasi.
Namun, fakta uniknya, penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dapat menimbulkan efek samping serius seperti osteoporosis, peningkatan gula darah, hingga gangguan hormon.
Inilah pentingnya peran apoteker dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi mengenai dosis, durasi, dan cara penggunaan yang tepat. Dunia farmasi selalu menekankan prinsip rasionalitas penggunaan obat.
Kortikosteroid menjadi contoh bahwa efektivitas tinggi harus diimbangi dengan pengawasan ketat demi keselamatan pasien.
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected]
/ [email protected]
.





