Sejarah dunia farmasi mencatat bahwa vaksin pertama kali ditemukan bukan di laboratorium canggih, tetapi di ladang sapi! Pada tahun 1796, Edward Jenner, seorang dokter asal Inggris, menemukan bahwa wanita pemerah susu yang terkena cacar sapi (cowpox) tidak tertular cacar manusia (smallpox).
Dari pengamatan itu, Jenner mengambil nanah dari luka cacar sapi dan menyuntikkannya ke seorang anak kecil. Hasilnya? Anak tersebut kebal terhadap cacar manusia! Dari sinilah lahir istilah “vaccine”, berasal dari kata Latin vacca yang berarti “sapi”.
Penemuan ini menjadi titik awal revolusi medis modern. Tanpa vaksin, dunia mungkin masih bergulat dengan penyakit mematikan seperti cacar, polio, atau campak. Kini, konsep vaksin berkembang jauh — mulai dari vaksin mRNA, vaksin rekombinan, hingga vaksin DNA yang menjadi terobosan abad ke-21.
Vaksin adalah bukti bahwa inspirasi ilmiah bisa datang dari tempat yang tak terduga — bahkan dari seekor sapi!
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected] / [email protected]





