Banyak orang lebih memilih minum tablet atau sirup dibandingkan disuntik. Namun, dalam dunia farmasi, ada alasan ilmiah kenapa sebagian obat hanya bisa diberikan lewat suntikan (injeksi).
Fakta uniknya, *tidak semua obat stabil di saluran pencernaan. Jika diminum, beberapa obat akan rusak oleh asam lambung atau enzim pencernaan sebelum sempat bekerja. Contoh klasiknya adalah *insulin, obat penting bagi penderita diabetes. Bila insulin diminum dalam bentuk tablet, protein ini langsung terurai di lambung dan tidak bisa masuk ke aliran darah. Karena itu, insulin diberikan lewat suntikan agar efeknya langsung bekerja.
Selain itu, suntikan dipilih ketika diperlukan efek cepat. Dalam keadaan darurat medis, seperti serangan jantung atau alergi berat (anafilaksis), obat harus bekerja dalam hitungan detik. Dengan injeksi, obat masuk langsung ke pembuluh darah atau jaringan tanpa harus menunggu proses pencernaan.
Ada juga obat yang diberikan lewat suntikan karena membutuhkan dosis presisi dan kontrol ketat. Vaksin misalnya, harus masuk ke lapisan otot atau jaringan tertentu agar bisa merangsang sistem imun secara optimal.
Menariknya, teknologi farmasi modern kini sedang berusaha membuat โ*pengganti suntikanโ agar pasien lebih nyaman. Beberapa penelitian sedang mengembangkan *tablet insulin dengan lapisan pelindung khusus, serta microneedle patch (plester jarum mikro) yang bisa menembus kulit tanpa rasa sakit.
Jadi, meskipun suntikan sering membuat pasien takut, ada alasan kuat di balik penggunaannya: menjaga stabilitas obat, memberikan efek cepat, serta memastikan obat bekerja tepat sasaran.
๐ Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
๐ Official Account: @ummadacirebon
๐ Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
๐ Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
๐ Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
๐ Website Resmi: ummada.ac.id
๐ฅ YouTube: @ummadacirebon
๐ฉ E-Mail: [email protected] / [email protected]





