Fakta Unik: Sampah Medis Lebih “Berbahaya” dari yang Kita Kira

limbah-medis-_180503151217-858

Tahukah kamu bahwa 1 rumah sakit bisa menghasilkan lebih dari 3 ton limbah medis setiap bulannya? Limbah ini bukan hanya jarum suntik atau botol infus bekas, tapi juga bahan kimia, plastik farmasi, hingga masker sekali pakai.
Jika tidak dikelola dengan benar, limbah tersebut bisa mencemari tanah, air, bahkan udara. Di sinilah peran penting farmasis lingkungan — mereka tidak hanya mengurusi obat, tapi juga memastikan keamanan ekosistem dari sisa aktivitas medis.
Beberapa negara kini menerapkan program Green Pharmacy, yaitu konsep pengelolaan farmasi yang ramah lingkungan: mendaur ulang kemasan obat, menggunakan bahan biodegradable, hingga mengolah limbah cair secara kimiawi agar tidak mencemari sungai.
Indonesia sendiri mulai menerapkan aturan pengelolaan limbah farmasi di fasilitas kesehatan, namun kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Jadi, di balik setiap layanan kesehatan yang bersih, ada para ahli farmasi yang menjaga bumi tetap sehat juga.

📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected] / [email protected]