Gunung Slamet, yang dikenal sebagai “Atap Jawa”, kembali menjadi saksi perjalanan luar biasa dari dua pendidik inspiratif Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Cirebon — Bapak Sidik Lingga Kusuma, dosen Fakultas Farmasi, dan Ibu Iin Indawati, Wakil Rektor III UMMADA. Ekspedisi ini bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tetapi juga tentang menaklukkan diri sendiri — tentang makna keteguhan, keikhlasan, dan tadabur alam.
Pendakian menuju puncak Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut bukanlah hal yang mudah. Medan terjal, udara dingin yang menusuk, dan perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan besar bagi setiap pendaki. Namun, semangat dan tekad yang kuat menjadi bahan bakar utama bagi kedua dosen UMMADA ini dalam menjalani setiap langkah perjalanan.
Bapak Sidik Lingga Kusuma, yang juga dikenal memiliki kecintaan tinggi terhadap alam, berhasil menapaki puncak sejati Gunung Slamet dengan semangat luar biasa. Keberhasilan ini menjadi simbol ketekunan dan daya juang yang sejalan dengan semangat ilmiah dan keislaman yang selalu dijunjung tinggi di UMMADA Cirebon. Bagi beliau, pendakian ini bukan hanya tentang pencapaian fisik, melainkan tentang bagaimana manusia dapat belajar untuk menghargai kebesaran Sang Pencipta melalui keindahan alam yang terbentang.
Sementara itu, Ibu Iin Indawati, meskipun harus berhenti sebelum mencapai puncak karena kondisi fisik yang kurang fit, menunjukkan keteladanan luar biasa dalam keberanian dan kebijaksanaan. Beliau memilih untuk mendahulukan keselamatan tanpa kehilangan semangat kebersamaan dan rasa syukur atas pengalaman yang telah dijalani. Keputusan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika bahwa setiap perjalanan hidup memiliki makna tersendiri, bahkan ketika hasilnya tidak selalu sesuai rencana.
Dalam perjalanan menuju puncak, para pendaki dihadapkan pada momen-momen refleksi yang mendalam. Hembusan angin pegunungan, gemericik air di celah batu, dan hamparan kabut yang menyelimuti jalur pendakian menjadi pengingat akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Melalui ekspedisi ini, para pendidik UMMADA menunjukkan bahwa tadabur alam dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat spiritualitas, menumbuhkan rasa syukur, dan membangun karakter yang tangguh.
Gunung Slamet, dengan segala keindahan dan tantangannya, mengajarkan bahwa setiap langkah kecil menuju puncak adalah bagian dari perjuangan besar. Sama seperti dalam dunia akademik, setiap proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian membutuhkan kesabaran serta ketekunan yang konsisten. Nilai-nilai inilah yang senantiasa ditanamkan UMMADA kepada para mahasiswanya — bahwa kesuksesan bukan sekadar hasil akhir, tetapi perjalanan panjang yang penuh makna.
Ekspedisi ini juga menjadi simbol sinergi antara pimpinan dan dosen UMMADA dalam membangun semangat kebersamaan dan kebugaran jasmani. Melalui kegiatan seperti ini, UMMADA berupaya menumbuhkan budaya sehat, semangat eksplorasi, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai amanah dari Allah SWT. Kegiatan tadabur alam menjadi bentuk nyata dari integrasi antara ilmu, iman, dan amal dalam kehidupan sehari-hari.
Bapak Sidik Lingga Kusuma dalam refleksinya menyampaikan,
“Gunung mengajarkan kita arti keteguhan. Di setiap tanjakan dan napas yang terengah, ada pelajaran tentang kesabaran, tentang batas kemampuan, dan tentang bagaimana manusia harus selalu berserah kepada Sang Pencipta.”
Sementara itu, Ibu Iin Indawati menambahkan,
“Meskipun saya tidak sampai ke puncak, saya merasa sudah mendapatkan makna yang lebih tinggi dari sekadar bonus puncak. Yaitu makna kebersamaan, semangat, dan kesadaran bahwa setiap langkah adalah anugerah.”
Dari kisah ini, kita semua diajak untuk mengambil hikmah bahwa mendaki gunung bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Sebuah proses yang membawa kita lebih dekat kepada Sang Pencipta, lebih menghargai ciptaan-Nya, dan lebih mengenal batas diri.
Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan positif seperti ini sebagai bagian dari pengembangan karakter dosen dan mahasiswa. Semangat Tadabur Alam akan terus menjadi bagian penting dalam membangun kampus yang berkemajuan — kampus yang tidak hanya mencetak insan cendekia, tetapi juga insan yang berakhlak mulia dan peduli lingkungan.
Mari kita bersama meneladani semangat dan keteguhan Bapak Sidik Lingga Kusuma serta Ibu Iin Indawati. Jadikan alam sebagai tempat belajar, tempat berdoa, dan tempat menemukan makna hidup. Karena sesungguhnya, di setiap langkah kita menapaki bumi, kita sedang membaca ayat-ayat Allah yang terhampar di alam semesta.
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected]
/ [email protected]





