Penuaan membawa perubahan besar dalam cara tubuh merespons obat. Pada orang yang lebih tua, sistem tubuh seringkali tidak dapat memproses obat dengan efisien, yang bisa meningkatkan risiko efek samping atau interaksi obat. Apoteker memiliki peran yang sangat penting dalam manajemen obat untuk lansia, memastikan bahwa mereka mendapatkan pengobatan yang aman dan efektif.
Lansia sering kali mengonsumsi beberapa jenis obat sekaligus (polifarmasi), yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat yang berbahaya. Di sinilah apoteker berperan dalam melakukan review obat untuk memastikan bahwa obat yang digunakan tidak saling berinteraksi dengan cara yang berbahaya. Mereka juga memastikan bahwa dosis yang diberikan sesuai dengan kondisi tubuh lansia, yang mungkin lebih sensitif terhadap efek obat.
Selain itu, apoteker juga memberikan edukasi mengenai cara mengelola obat secara mandiri, membantu pasien lansia memahami cara penggunaan obat yang tepat, serta memberi pengingat untuk meminimalkan kesalahan penggunaan.
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon





