HIV: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pentingnya Tes Dini

WhatsApp Image 2026-08-20 at 08.49.28 (1)

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel CD4 yang berperan penting dalam melawan infeksi. Jika tidak mendapatkan pengobatan, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan berat. Namun, dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, orang dengan HIV dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.

Pada tahap awal, HIV sering tidak menimbulkan gejala yang khas. Sebagian orang dapat mengalami keluhan seperti demam, sakit tenggorokan, ruam kulit, kelelahan, atau pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala tersebut juga dapat menyerupai berbagai penyakit lain sehingga tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang terinfeksi HIV. Satu-satunya cara untuk mengetahui status HIV adalah melalui pemeriksaan atau tes HIV.

HIV dapat menular melalui kontak dengan cairan tubuh tertentu dari orang yang memiliki HIV, terutama darah, air mani, cairan vagina, dan ASI, dalam kondisi tertentu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual tanpa perlindungan, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. HIV tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, menggunakan toilet yang sama, atau berinteraksi sosial sehari-hari.

Pencegahan HIV dapat dilakukan dengan menghindari perilaku seksual berisiko, menggunakan kondom secara konsisten dan benar, tidak berbagi jarum suntik, serta melakukan tes HIV jika memiliki faktor risiko. Bagi ibu hamil, pemeriksaan HIV dan pendampingan tenaga kesehatan juga penting untuk membantu menurunkan risiko penularan kepada bayi.

HIV saat ini dapat dikendalikan dengan terapi antiretroviral (ARV). Pengobatan yang dilakukan secara rutin dapat menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi. Dengan pengobatan yang efektif dan viral load yang tidak terdeteksi secara konsisten, risiko penularan HIV melalui hubungan seksual menjadi tidak ada atau undetectable = untransmittable (U=U).

Mari tingkatkan pemahaman tentang HIV dan hentikan stigma terhadap orang dengan HIV. Dapatkan edukasi kesehatan yang kredibel dan berbasis ilmu farmasi bersama Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon (UMMADA Cirebon) untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, peduli, dan bebas stigma.