Tahukah kamu bahwa setiap obat yang kita konsumsi memiliki “umur hidup” tersendiri? Yup! Sama seperti makhluk hidup, obat juga punya tanggal lahir dan tanggal mati. Tanggal lahirnya adalah saat obat selesai diproduksi, sementara tanggal matinya ditandai dengan expired date (tanggal kedaluwarsa) yang tercantum di kemasannya.
Namun, yang menarik, tidak semua obat langsung “berbahaya” setelah lewat tanggal kedaluwarsa. Penelitian dari FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat menemukan bahwa sebagian besar obat masih menyimpan efektivitas hingga 90% bahkan 1–2 tahun setelah tanggal kedaluwarsa — asal disimpan dengan benar!
Tapi ingat, hal ini tidak berlaku untuk semua obat. Contohnya, nitrogliserin, insulin, dan antibiotik cair bisa kehilangan efektivitas atau bahkan berubah menjadi senyawa berbahaya jika sudah kedaluwarsa. Maka dari itu, penyimpanan obat harus memperhatikan suhu, kelembapan, dan paparan cahaya.
Apoteker memiliki peran penting dalam memastikan kualitas obat tetap terjaga dari produksi hingga sampai ke tangan pasien. Mereka juga menjadi “penjaga gerbang” yang memastikan obat tidak digunakan secara sembarangan. Karena itu, penting bagi kita untuk tidak menyimpan obat terlalu lama di rumah, apalagi mengonsumsi obat sisa tanpa konsultasi.
Menariknya lagi, beberapa rumah sakit kini memiliki program pengelolaan limbah farmasi, di mana obat-obatan yang tidak terpakai dikumpulkan dan dimusnahkan dengan prosedur ramah lingkungan. Hal ini dilakukan agar bahan kimia dari obat tidak mencemari tanah dan air.
Jadi, mulai sekarang yuk, cek kotak obat di rumahmu! Siapa tahu ada “obat tua” yang sudah waktunya berpamitan. 😊
📌 Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
📍 Official Account: @ummadacirebon
📍 Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
📍 Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
📍 Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
🌍 Website Resmi: ummada.ac.id
🎥 YouTube: @ummadacirebon
📩 E-Mail: [email protected] / [email protected]





