Farmasis tidak hanya bekerja di apotek atau rumah sakit! Ada bidang menarik bernama farmasi forensik, di mana apoteker membantu aparat hukum dalam penyelidikan kasus kriminal, terutama yang melibatkan zat kimia, racun, atau bahan berbahaya.
Dalam kasus keracunan, misalnya, seorang farmasis forensik menganalisis sampel darah, rambut, atau jaringan tubuh untuk menemukan jejak zat toksik. Hasil analisis ini bisa menjadi bukti hukum di pengadilan.
Mereka juga terlibat dalam investigasi penyalahgunaan zat, analisis bahan kimia terlarang, hingga pengujian keaslian produk kesehatan.
Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian tinggi dan tanggung jawab besar, karena kesalahan sekecil apapun bisa memengaruhi hasil penyelidikan.
Jadi, di balik kasus kriminal yang terpecahkan, bisa jadi ada jejak kerja seorang farmasis yang bekerja di balik layar โ bukan dengan stetoskop, tapi dengan mikroskop dan spektrofotometer!
๐ Ikuti Akun Sosial Media Resmi Kita di:
๐ Official Account: @ummadacirebon
๐ Fakultas Farmasi: @farmasi.ummada
๐ Fakultas Ilmu Kesehatan: @fikes.ummada
๐ Fakultas Ekonomi, Sosial & Humaniora: @feshum.ummada
๐ Website Resmi: ummada.ac.id
๐ฅ YouTube: @ummadacirebon
๐ฉ E-Mail: [email protected] / [email protected]





